![]() Trend menggunakan skincare telah menyebar di berbagai daerah akhir-akhir ini. Perempuan ataupun laki-laki menggunakan skincare dengan harapan bisa menjaga keindahan kulit wajah dan tubuh mereka. Mengapa mereka tertarik menggunakan skincare? Hal ini selalu berkaitan dengan pandangan masyarakat mengenai standar kecantikan yang diyakini. Orang-orang yang berkulit hitam dan kusam akan merasa dirinya tidak lebih baik dibanding orang yang berkulit lebih putih.
Saat ini, kita sangat mudah mendapatkan
berbagai jenis skincare tersebut mulai dari yang berharga
murah hingga harga yang sangat mahal. Lalu benarkah semua jenis skincare aman
diterima dan digunakan oleh kulit kita?
Era sekarang ini, kita sebagai konsumen
yang menggunakan produk skincare harus berhati-hati memilih
produk skincare. Kenapa? Karena akibat perkembangan teknologi dan
media massa yang sangat luas memberikan peluang besar para produsen nakal
untuk mempromosikan produk berbahaya mereka. Misalnya oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab dengan sangat mudahnya menawarkan produk mereka di
instagram dengan berbagai trik-trik jitu untuk menarik konsumen. Seakan-akan
produk yang dijualnya aman dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya.
Media sosial dan platform dengan
berbagai jenis yang ada bisa mempermudah penyebaran produk-produk berbahaya
dengan sangat luas. Batasan-batasan yang hampir tidak ada semakin mempermudah
proses promosi tersebut. Lalu, apakah produk yang demikian banyak diminati
oleh masyarakat? Kenyataannya, sangat banyak orang-orang yang
tergiur dengan promosi-promosi para produsen atau reseller produk
berbahaya tersebut dan tidak sedikit para konsumen yang menggunakan produk
tersebut.
Belum lama ini beberapa artis maupun
selebgram yang menerima endorse skincare yang bisa dikatakan
produk baru. Meskipun telah dipromosikan oleh seorang artis sekalipun,
sebagai konsumen kita perlu berhati-hati dalam memilih produk yang aman
karena diantara mereka banyak yang hanya sekadar mempromosikan berdasarkan
perjanjian kontrak atau bayaran, bukan karena dia menggunakan
produk tersebut. Tasyafarasya sebagai salah satu reviewer make-up yang
memiliki banyak pengikut di akun instagram maupun youtubenya, telah banyak
membeberkan bagaimana fenomena endorse ini terjadi. Selain
itu, ia juga memberikan edukasi kepada pengikutnya untuk tetap berhati-hati
memilih produk skincare yang digunakan.
Selain Tasyafarasya, seorang dokter
bernama Listya Paramita, Sp. KK melalui akun instagramnya @drmita.spkk juga
banyak mengulas tentang efek samping produk-produk yang berbahaya. Efeknya
sangat beragam mulai dari stretchmark yang ringan hingga
parah, tiroid, kulit mengelupas, dan berbagai efek permanen
lainnya. Beliau juga menyampaikan bahwa para konsumen yang menggunakan produk
berbaya tersebut telah tergiur dengan promosi yang dilakukan oleh penjual.
Selain itu, alasan lain yang menggiurkan konsumen adalah harganya yang bisa
dikatakan terjangkau.
Menurut wawancara dengan pengguna skincare yang
terbilang bahaya ini, ternyata efek yang ditimbulkan juga kurang baik.
Dila(21) mengungkapkan awal ketertarikannya karena harga yang murah.
“Awalnya cuma coba-coba, liat review kok
bagus-bagus akhirnya tergiur. Dengan harga yang murah dan hasilnya juga ngga
kalah bagus dengan perawatan mahal siapa yang nggak pengen kan. Bener,
nyobain sendiri wajah jadi bersih dan glowing tapi setelah
berhenti muka jadi gosong kaya terpapar sinar matahari berjam-jam.”
Selain itu, pernyataan yang sama juga
diungkapkan oleh Ani (22) “Sebelumnya nggak pernah pakai produk gituan. Liat
temen makai kok jadi bagus, kemudian aku mulai pakai. Pertama, kedua nyoba
ternyata gatel akhirnya ngga tak lanjutin pemakaiannya. Aku takut kalau kenapa-kenapa”.
Lalu, bagaimana produk skincare yang
diperoleh dari dokter? Berdasarkan reviewer dari para
pengguna skincare berdasarkan resep dokter, mereka
mendapatkan efek yang beragam. Ada pengguna yang mendapatkan efek baik karena
memang sesuai atau cocok dengan jenis kulit dan bahan skincare yang
aman. Tetapi, ada juga pengguna yang muncul berbagai efek buruk.
Efek buruk yang biasa terjadi diakibatkan dari berbagai faktor seperti jenis
kulit yang sensitif atau tidak sesuai. Selain itu, efek buruk bisa timbul
akibat dari skincare yang terbuat dari bahan-bahan
berbahaya.
Berdasarkan wawancara yang telah
dilakukan dengan pengguna skincare dari dokter yaitu
Anisa(21), ia berpendapat bahwa skincare dari resep dokter
kulit lebih bisa menjamin. “Menurutku bagus sih kita pakai skincare dokter
kulit, kulit kita jadi terawat. Tetapi, kita juga harus pintar-pintar memilih
tempat konsultasi kita. Misalnya kita perlu memilih dokter yang sudah Sp. KK.
Selain itu, kita juga harus coba misal dalam waktu 2-3bulan lah berhenti
dulu, ada efek sampingnya enggak kalau enggak ada berarti bagus” ujar Anisa
saat ditemui.
Selain Anisa, pendapat lain juga di
ungkapkan oleh Rina(22) ia juga setuju dengan pernyataan yang mengungkapkan
bahwa skincare dari dokter lebih aman. “kalo menurutku, skincare dokter lebih
bisa dijamin keamannya walaupun itu semua tergantung dari kulit masing-masing,
kan ada yang cocok ada yang enggak. Tetapi krim dokter lebih sering
menimbulkan ketergantungan dibanding skincare yang dijual
bebas dipasaran. Dan biasanya krim dokter lebih cepat cara kerjanya
dibanding skincare dipasaran.” Ujar Rina saat ditemui.
Dari dua pendapat sebelumnya, keduanya
memiliki hasil yang baik pada kulit mereka. Sedangkan dari hasil wawancara
dengan Wahyu(21) ia memberikan pendapat yang berbeda. “Aku punya masalah sama
kulit, yaitu jerawat. Normal bagi setiap orang tetapi tetap saja mengurangi
rasa kepercayaan diri aku. Berbagai upayaa aku lakukan untuk sedikit
mengurangi ketidaksempurnaan di wajah aku ini, mengalami kecocokan dan tidak.
Sampai suatu ketika, aku memutuskan untuk datang ke salah satu klinik
kecantikan dan selang waktu pemakaian selama kurang lebih 3 tahun muka aku
lebih membaik. Kemudian aku memutuskan untuk pindah ke klinik lain, lalu aku
mulai melakukan treatment untuk mengurangi masalah dikulit aku. Tetapi, entah
kenapa kulit aku malah tambah memburuk. Beralihlah aku mencoba untuk memberli
produk yang teman aku tawarkan, dan aku melihat ulasan dari beberapa orang
memang terlihat bagus. Tetapi anehnya, pengeluaran racun dari muka aku karena
pengobatan terdahulu cukup lama, dan tidak menimbulkan hasil yang baik. Aku berhenti,
keputusan terakhir aku, datanglah aku ke dokter spesialis kulit. Disana aku
bertahan kurang lebih 1,5 tahun tidak ada hasil yang baik atau yang buruk,
aku memutuskan untuk berhenti. Lalu hingga saat ini, aku mencoba
memakai skincare basic yang kira-kira memang dibutuhkan
oleh kulit aku.” Ujar Wahyu saat ditemui.
Banyak orang-orang diluar sana yang
telah menggunakan berbagai macam produk skincare, dan hasilnya
tergantung dengan jenis kulit yang dimiliki pengguna. Skincare yang
berkualitas dan aman tentu saja tidak akan memberikan efek samping yang
mengerikan seperti timbulnya bruntusan, kulit terbakar, berjerawat, bahkan
kanker kulit, dan banyak efek lainnya.
|
Deni Damara_A310160141 PENDIDIKAN KARAKTER Selama ini, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi, kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2...


Komentar
Posting Komentar